34 TAHUN bukanlah waktu yng singkat dalam menjalani hidup ini. Namun dengan kesibukan rutinitas tidak terasa waktu sepanjang itu telah berlalu. Tak heran saat melakukan pertemuan alumnus SMPN 4 Pontianak angkatan 1983/84 terasa istimewa. Banyak yang tidak saling kenal walau dengan teman se bangku sekalipun.
Suasana reuni pada Minggu, 3 Juni 2018, terasa istimewa. Kegiatan berlangsung di Aula SMP Negeri 4 Pontianak, Jalan Tanjungraya I Pontianak Timur. Sekolah ini telah mengalami perubahan. Bangunannya sudah bertingkat. Tidak kelihatan lagi dinding papan berlobang seperti saat masih SMP dulu. Reuni memang sengaja dilakukan di sekolah. Sekaligus mengajak untuk bernostalgia.
Tak mudah untuk mengumpulkan anggota alumnus yang berjumlah sekitar 70 orang ini. Mereka sudah menyebar ke mana-mana. Apalagi alamat mereka juga sulit dicari. Namun kerja keras ketua panitia hal ini bisa terwujud. “Kita berusaha semaksimal mungkin bisa menghubungi teman-teman,” kata Sy Abdullah yang menjadi inisator dan ketua panitia.
Kerja keras Dollah, begitu panggilannya waktu SMP dulu, ternyata tidak sia-sia. Dollah bisa mencari jejak satu per satu alumnus. Bagi yang memiliki WhatApp komunikasi lebih mudah dilakukan. Namun yang tidak memiliki tentu menjadi tantangannya sendiri. Namun Dollah tidak kalah akal. Dia menjajaki alamat melalui daftar alumni yang masih ada di sekolah.
“Saya terkejut tiba-tiba ada tamu mengetuk pintu mengucapkan Assalamualaikum. Saya pikir orang minta sumbangan,” kata Demyati, salah satu alumnus. Begitu pintu rumah dibuka, tamu langsung bertanya; “Ente kenal tidak dengan Anna.” Dimyati tertegun sambil binggung. “Maaf saya tidak kenal.”
“Sudah kita duduk dulu. Saya Dollah, teman SMP dulu.” Kalimat itu membuat Dimyati terkejut. Keduanya saling berangkulan. “Saya benar-benar tidak menyangka ini adalah Dollah.” Keduanya kemundian bercerita kisah saat masih SMP dulu. Hingga perjalanan 34 tahun tidak bertemu. Dollah menjelaskan rencana kegiatan reuni ini. Dimyati pun menyambut baik keinginan itu.
Kisah menarik lainnya diutarakan Burhanudin. Saat tiba di lokasi SMP Negeri 4, Minggu (3/6), dia langsung mencari rumah Somah. “Di mana rumah Ibu Somah ya sekarang. Saya mau bayar utang. Dulu kalau beli goreng ubi sering tak bayar,” ujar Burhan, panggilannya. Pertanyaan Burhan ini tentu saja menjadi tertawaan teman yang lain. Ternyata hal itu tidak saja dilakukan Burhan, teman-teman SMP yang lain juga melakukan hal yang sama.
Pertemuan alumni ini terasa sangat spesial. Syarif Abdullah, Herman dan Aspuri adalah guru yang mengajar 34 tahun silam, turut hadir. Pak Abdullah yang sudah kelihatan sepuh namun masih tetap segar dan bugar. Begitu juga Pak Herman, sudah pensiun lima tahun lalu, masih energik saat seperti mengajar Baha Inggris dan Ekonomi. Kalau Pak Aspuri hingga kini masih aktif mengajar di SMPN 4 Pontianak walaupun sebelumnya pernah berpindah tugas di kabupaten lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Sampaikan saran dan pesan anda disini, jangan lupa nomor kontak Hp dengan Whats App nya dan alamat FB. Thanks